Wednesday, 18 May 2016

hanya






Hanya dengan sedikit malu
Akhirnya aku harus akui
Keberadaan cintamu dalam hatiku
Yang kau renangi
Rasa resah singgah bila terjadi perang
Emosi kau dan aku

Jangan pernah menyanjung cinta
Bila tak mengerti maknanya cinta
Satu terindah dalam dirimu
Kini ada di jiwaku
Ku inginkan cerita cinta
Terindah bagai di dalam dongeng
Percintaan berhujan rindu
Asmara kita akankah lama
Dalam hati ku terhibur
Bila senyum mahalmu merebak
Rasa resah singgah bila terjadi perang
Emosi kau dan aku

Tuesday, 17 May 2016

rasaku




satu nafas terhembus adalah kata...
tangan kita terikat....hati kita bersatu...
kita berjalan di tepian ombak
menuai benih kian bergelodak...

kita tetap menari riang...
tarian anggun yang sudah dirancang...
jiwa...hati... disulami kasih yang tebal...
biarkan saja ia menetap dari berbual...

maka akan kita bawa semua...
kerna kita adalah satu...

Sunday, 8 May 2016

ratusan purnama




ratusan purnama berlalu
sendirian aku tanpa cinta
tak pernah ada cinta yang lain
hatiku terbuka hanya untukmu

duhai cinta enggan menawar rasa 
gelombang marahmu terlalu berlebih


berderik-derik bunyi jantungku
bila ku kenang wajahmu
biar jauh jarak pandang kita
namun hati dan jiwaku selalu merasa di sisimu

duhai cinta sulit ku meraba
diam dan dinginmu
ribuan hari ku mengingatmu 
membaca semua puisimu
mengering raga ini menantimu 
ratusan purnama cinta kita kembali


duhai cinta enggan menawar rasa
gelombang marahmu terlalu berlebih

berderik-derik bunyi jantungku
bila ku kenang wajahmu 
biar jauh jarak pandang kita
namun hati dan jiwaku selalu merasa di sisimu


duhai cinta sulit ku meraba
diam dan dinginmu
ribuan hari ku mengingatmu
membaca semua puisimu
mengering raga ini menanti
muratusan purnama cinta kita kembali lagi 
ratusan purnama cinta kita kembali

Biar...



Setiap kata yang dihembus adalah hati yang meronta...
biarkan kita menari bersama walau belum terlihat bintang...
lihat di jendela...satu persatu siulan meminta...
ingin ku biar saja namun masih belum jelas ia tiada...
kerna kabur mata melihat sendiri takdir semesta...
biarkan....biarkan saja ia berdering berbunyi kelam...
diriku hilang ketika malam menanti siang...
seakan mencari sesuatu kisah yang belum ku julang..
tidak dapat ku pandang...merasa tidak..mendengar jarang...
namun biar...biarkan datang...kerna ia sudah bersarang..
memori lalu...terus menghilang...seperti waktu sunyi di alam...
biar...ku biar saja...mengira pandangan di balik awan...